Bagi yang ingin mencoba membuka usaha bawang merah goreng , berikut kami berikan beberapa tips sederhana tentang proses produksinya :
Tahap I - Pembelian Bawang.
Tahapan ini memerlukan kejelian khusus dan membutuhkan tenaga yang handal untuk berkeliling desa, mencari supply bawang segar yang berkualitas baik dengan harga yang murah. Mengingat bawang merah adalah komoditas pertanian, maka setiap saat harga akan naik dan turun sesuka hati. Sebagai produsen yang menjual bawang goreng dengan harga tetap, diperlukan KEULETAN, SABAR dan TELITI pada tahap ini.
Tahap II - Pengeringan dan Penyimpanan Bawang.
Menyikapi harga bawang yang naik turun sesuka hati, maka saat bawang cukup murah disarankan untuk membeli bawang dalam jumlah yang cukup untuk masa produksi sekitar 1 minggu sd 2 minggu. Semakin besar kapasitas produksi yang kita lakukan, semakin besar areal yang diperlukan untuk MENJEMUR dan menyimpan bawang. Sebelum disimpan, bawang segar perlu dikeringkan agar tidak cepat membusuk. Saat penyimpanan, bawang tidak boleh ditumpuk dengan karung karena sangat mudah membusuk. Penyimpanan harus menggunakan rak kawat berlubang dengan penyimpanan tidak terlalu tebal (bawang perlu kena angin-angin). Penyimpanan bawang ini juga perlu memerlukan DISIPLIN dan KEJELIAN khusus .. saat memindahkan bawang dari tempat menjemur ke tempat penyimpanan harus dilakukan SORTIR MEMBUANG BAWANG BUSUK agar bawang busuk tidak menular kepada bawang yang masih baik. Kegiatan SORTIR MEMBUANG BAWANG BUSUK ini juga harus dilakukan setiap hari pada rak penyimpanan. agar tempat menyimpan tidak busuk menular juga. Dalam tahapan ini bawang dapat menyusut sampai dengan 10%
Pada Tahapan ini bawang kering yang akan dikupas dapat direndam air sekitar 15 - 30 menit sebelum dikupas agar kulit terluar tidak menempel ke daging bawang nya. Pengupasan dapat menggunakan mesin kupas kulit semi otomatis maupun kupas manual dengan tenaga manusia.. Proses kupas ini juga berpotensi susut berat sebesar 10% dari berat sebelum kupas.
Tahap IV - Pengirisan dan Cuci Bawang.
Dalam tahapan pengirisan, sangat diperlukan KERAPIHAN KERJA dari pengiris karena kalau hasil irisan tidak rapih, maka kualitas bawang goreng juga akan jelek misalnya hancur atau terlalu tebal. Proses iris dapat dilakukan dengan manual tenaga manusia (untuk hasil terbaik) ataupun proses menggunakan pisau SERUT sampai dengan mesin iris dengan tenaga motor listrik.
Sebaiknya pada tahap ini Quality Control untuk KEBERSIHAN bawang sudah dilakukan untuk menghilangkan benda asing selain bawang, misal : Rambut, Lidi, Batu, dan lain-lain. Disarankan agar pekerja memakai tutup kepala untuk mencegah rambut jatuh pada tahap ini. Tahapan ini memegang peranan penting atas kualitas akhir bawang goreng yang akan dihasilkan. Sebelum memasuki tahap berikutnya, ada baiknya bawang iris ini di campur garam dan DICUCI DENGAN PERLAKUAN HALUS agar bawang tidak hancur.
Sebaiknya pada tahap ini Quality Control untuk KEBERSIHAN bawang sudah dilakukan untuk menghilangkan benda asing selain bawang, misal : Rambut, Lidi, Batu, dan lain-lain. Disarankan agar pekerja memakai tutup kepala untuk mencegah rambut jatuh pada tahap ini. Tahapan ini memegang peranan penting atas kualitas akhir bawang goreng yang akan dihasilkan. Sebelum memasuki tahap berikutnya, ada baiknya bawang iris ini di campur garam dan DICUCI DENGAN PERLAKUAN HALUS agar bawang tidak hancur.
Tahap V - Menggoreng Bawang
Tahap ini merupakan tahap terpenting dalam proses produksi BAWANG GORENG . Karena sebaik apapun kita melakukan tahapan sebelumnya, bila pada saat ini GOSONG ataupun TIDAK GARING maka semua tahapan sebelumnya menjadi tidak berguna. Dalam tahapan ini memerlukan KETRAMPILAN KHUSUS yang bisa didapat dari latihan berulang dalam melakukan pekerjaannya. Dalam menggoreng juga diperlukan KETELITIAN dan KESABARAN dalam mensetting ukuran api sebelum - proses - akhir penggorengan serta mengikuti waktu yang diperlukan (tidak boleh memaksa cepat). Dalam proses penggorengan bawang juga harus di aduk terus menerus dengan halus agar tidak hangus bagian pinggir serta tidak hancur. Warna hasil goreng juga harus diperhatikan serius karena kualitas produk sangat dikaitkan dengan ukuran bawang dan juga warna hasil goreng.
Dalam tahapan ini langkah untuk QC atas KUALITAS DAN KEBERSIHAN tetap harus dijaga. Bawang goreng yang hangus harus dipisahkan dari hasil gorengan. Pengambilan bawang goreng dari dalam minyak harus menggunakan saringan dan dipastikan bawang yang digoreng tidak tersisa sama sekali dalam minyak agar tidak ada bawang hangus pada tahap penggorengan berikutnya.
Dalam tahapan ini langkah untuk QC atas KUALITAS DAN KEBERSIHAN tetap harus dijaga. Bawang goreng yang hangus harus dipisahkan dari hasil gorengan. Pengambilan bawang goreng dari dalam minyak harus menggunakan saringan dan dipastikan bawang yang digoreng tidak tersisa sama sekali dalam minyak agar tidak ada bawang hangus pada tahap penggorengan berikutnya.
KUALITAS MINYAK GORENG juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil terbaik gorengan bawang. Bila sudah melakukan penggorengan 3 - 4 x maka minyak sudah harus diganti dengan yang baru.
Diperlukan alat Tiris untuk mendinginkan Bawang Goreng, mesin spinner untuk meniris lebih kering lagi serta kertas serap untuk mengeringkan minyak dari bawang. Bila proses penggorengan menggunakan penggorengan udara (tanpa minyak) maka tahapan ini tidak diperlukan.
Dalam setiap tahapan sejak mengiris sampai dengan tahapan ini QC atas KUALITAS DAN KEBERSIHAN harus dipertahankan.
Dalam setiap tahapan sejak mengiris sampai dengan tahapan ini QC atas KUALITAS DAN KEBERSIHAN harus dipertahankan.
Tahap VII - Packing
Tahapan ini walau sepintas terlihat mudah , tetapi kualitas packing tetap diperlukan agar bawang bisa tahan lama. Apabila tahapan ini tidak mendapat Quality Control yang baik maka bawang tidak bertahan lama (akan tidak garing). Maka setiap packing perlu diyakini sudah kedap udara (air tight). Apabila menggunakan plastik dan sealer atau plastic klip, pastikan tekan hasil packing dan tidak ada udara keluar. Bila masih ada bocoran untuk udara keluar maka kualitas bawang tidak bertahan lama. Yang kami lakukan untuk meyakinkan kualitas packing adalah dengan DOUBLE SEAL, yaitu seal pertama menggunakan Klip pada plastik dan seal kedua menggunakan ALAT SEALER panas pada bagian atas klip.
Tahapan ini walau sepintas terlihat mudah , tetapi kualitas packing tetap diperlukan agar bawang bisa tahan lama. Apabila tahapan ini tidak mendapat Quality Control yang baik maka bawang tidak bertahan lama (akan tidak garing). Maka setiap packing perlu diyakini sudah kedap udara (air tight). Apabila menggunakan plastik dan sealer atau plastic klip, pastikan tekan hasil packing dan tidak ada udara keluar. Bila masih ada bocoran untuk udara keluar maka kualitas bawang tidak bertahan lama. Yang kami lakukan untuk meyakinkan kualitas packing adalah dengan DOUBLE SEAL, yaitu seal pertama menggunakan Klip pada plastik dan seal kedua menggunakan ALAT SEALER panas pada bagian atas klip.
Tahap VIII - Distribusi
Tahap terakhir ini harus disarankan untuk memakai kardus yang cukup tebal dan juga dalam pengirman barang jangan ditimpa barang berat mautpun dijemur pada matahari terik . Karena akan dapat mengakibatkan kerusakan pada bawang goreng yang ada didalam kardus. Berdasarkan pengalaman , pengiriman dengan kereta api dan ekspedisi truk memiliki resiko yang lebih tinggi sedangkan pengiriman dengan bus AKP lebih aman.
Bila ingin mengajukan kerjasama di bidang industri BAWANG GORENG ini silahkan hubungi saya di 021-6690128 (Andri).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar