Bawang Merah merupakan komoditi pertanian yang cukup diminati di pasar. Pasokan dari petani lokal terkadang tidak mencukupi kebutuhan pasar hingga harga naik tinggi. Dalam kondisi normal harga bawang merah di pasar induk adalah seharga Rp.18.000 - Rp.20.000,- Tetapi dalam keadaan kosong barang bisa naik sampai Rp.40.000,- Disini terlihat tidak stabilnya supply pasar dan lemahnya pengaturan dari pemerintah pusat.
Bisnis bawang merah cukup menjanjikan untuk saat saat tertentu saja. (Selain dari kualitas barang), kunci dari bisnis ini adalah momen dimana kita mengetahui jadwal panen raya di daerah sentra dan sanggup mengirimkannya ke daerah lain yang sedang kosong. Atau juga sanggup memproses bawang merah menjadi produk jadi lainnya yang bernilai tinggi
Untuk rekan-rekan yang ingin melakukan trading bawang merah basah, harus diingat kalau pembeli di pasar jakarta hanya membeli bawang merah yang sudah di proses dibersihkan, yaitu yang sudah dikeringkan sedikit dan dipotong batang dan daunnya, tidak terima yang masih basah dari kebun.
Beberapa sentra bawang merah di indonesia adalah :
1. Kabupaten Nganjuk, Probolinggo, Pati, Sumenep, Pacitan, Lumajang, Jember, Malang, Mojokerto, Kediri. - Jawa Timur
2. Kabupaten Brebes, Bandung, Majalengka, Cirebon, Tegal, Kendal - Jawa Barat.
3. Kabupaten Solok - Propinsi Sumatera Barat.
4. Kab Demak - Jawa Tengah
5. Kab Bima - NTB
6. Kabupaten Manggarai Barat, Flores - NTT.
7. Palu, Poso dan Sigi - Propinsi Sulawesi Tengah.
8. Enrekang - Sulawesi Selatan.
Salah satu produk olahan bawang merah yang paling banyak dilakukan adalah BAWANG GORENG. Produk ini memiliki banyak kelas / mutu produk, antara lain :
1. Bawang Goreng Murni KW SUPER- Rp.200rb per kg.
2. Bawang Goreng Murni KW STANDARD - Rp.90rb per kg.
1. Bawang Goreng Murni KW SUPER- Rp.200rb per kg.
2. Bawang Goreng Murni KW STANDARD - Rp.90rb per kg.
3. Bawang Goreng Tepung KW1 - Rp.60rb per kg.
4. Bawang Goreng Tepung KW2 - Rp.40rb per kg.
5. Bawang Goreng Tepung KW3 - Rp.15rb per kg ( jenis ini sudah tidak berbentuk bawang , karena bawang kwalitas terburuk di blender dan dicampur ke dalam adonan tepung, digoreng dalam bentuk butiran kecil sehingga lebih cocok dibilang kriuk berbau bawang ).
Perkiraan berat bahan baku untuk produksi masing-masing jenis adalah :
1. Bawang goreng Murni - 4 kg menjadi 1 kg.
1. Bawang goreng Murni - 4 kg menjadi 1 kg.
2. Bawang goreng Tepung kw 1 - 2,5 kg menjadi 1 kg.
3. Bawang goreng Tepung kw 2- 1,5 kg menjadi 1 kg.
4. Bawang goreng tepung kw 3 - 1 kg bawang menjadi 2 kg.
sebagai catatan : Harga bawang merah pulau jawa pada level pasar induk terendah dapat mencapai Rp.12rb dan tertinggi sampai dengan Rp.40rb. Tentunya dengan harga yang tinggi produksi tidak dapat dilakukan.
Jenis kualitas bawang yang dapat di pakai untuk produksi adalah :
1. Bawang Super Sortir (pilihan baik dan besar)
2. Bawang Non Sortir
2. Bawang Non Sortir
3. Bawang Sisa sortir / sisa pilih.
Peralatan yang akan digunakan adalah :
1. alat kupas kulit ari (ban dalam motor)
2. alat slicer bawang.
3. baskom mencuci bawang dengan air bersih / air garam.
4. alat tiris bawang.
5. kompor + kuali + penggoreng
6. spinner untuk pengering minyak (alat tiris)
7. Alat packing (plastik + sealer atau Kaleng)
Cara menggoreng bawang merah, awal menggunakan api besar, setelah bawang dimasukkan sekitar 1 - 2 menit , menggoreng menggunakan api kecil.
Salah Satu Lapak Penjual Bawang Merah di Jakarta
Penjualan Bawang Merah di Pasar Induk di Jakarta bisa mencapai 4 ton per hari per 1 lapak.

